Kamis, 10 Februari 2011

REVITALISASI KELEMBAGAAN SEBAGAI UPAYA PENYETARAAN KEDUDUKAN KOPERASI DI JAWA TIMUR DENGAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DAN SWASTA ( BUMN & BUMS)


Dalam mewujudkan koperasi sebagi Soko Guru Perekonomian Nasional maka paradigma koperasi sebagai bagian dari BUMN atau anak angkat binaan perusahaan swasta, maka koperasi harus ditunjang adanya kelembagaan koperasi yang berkualitas. Namun pada kenyataannya, sebagian besar koperasi di Jawa Timur belum memiliki kelembagaan yang berkualitas. Adapun masalah kelembagaan yang dihadapi yaitu, jumlah modal yang dimiliki koperasi masih rendah, kelembagaan koperasi belum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha dan alat perlengkapan organisasi koperasi yang belum sepenuhnya berfungsi dengan baik.
            Untuk mengatasi masalah kelembagaan tersebut dapat diupayakan dengan melakukan revitalisasi kelembagaan koperasi yang memungkinkan masalah kelembagaan koperasi dapat terselesaikan. Konsep revitalisasi kelembagaan koperasi dapat dilakukan dengan melakukan upaya yaitu, menghapus simpanan wajib, menciptakan fleksibilitas  kelembagaan koperasi, pengadaan pendidikan dan pelatihan perkoperasian dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi, mensejajarkan fungsi antara pengurus dan pelaksana usaha (manajer&karyawan), memperketat pengawasan, dan meningkatkan peranan Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Timur.


MY LAST TESIS


Ini adalah tugas akhir saya, saya menemukan sebuah penemuan yang sangat membuatku tercengan. Ternyata selama ini hasil dari pembelajaran ekonomi yang ada di SMA hanya sedikit  yang berpengaruh terhadap Afektif siswa.
Ide awal peper saya ini dari dosen pembimbing sya yang sangat hebat skali “Great Teacher” yaitu Miss.Yun Suryanti. Beliau selalu membantu dan memantau setiap langkah pembuatan tesis ini.                                        “ Terima kasih, kau telah memberi banyak pelajaran tentang semua hal
Alhamdulillah akhirnya setelah melewati beberapa jalan yang kadang juga berliku, tugas saya dapat terselesaikan.
Ini adalah sedikit bagian dari paper sya:
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KEGIATAN MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP HOMO ECONOMICUS YANG BERMORAL PADA SISWA SMA NEGERI 2 SURABAYA
Berdasarkan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat (4), peran guru dalam pengajaran dituntut mampu menjelaskan dan mengembangkan materi, tidak hanya agar anak didik mendapatkan nilai yang baik dan di atas standar kelulusan tapi diharapkan pengajaran tersebut dapat memberikan keteladanan dan pembentukan karakter anak didik. Dengan kata lain, guru yang dalam hal ini adalah guru mata pelajaran ekonomi harus mampu menanamkan sikap-sikap dan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang diajarkan. Siswa yang telah memiliki pengetahuan dan mampu bersikap sebagai homo economicus, maka akan ditunjukkan dengan perilaku seseorang untuk bersikap rasional apabila sebagai konsumen dan produsen, dengan mempertimbangkan nilai guna dan fungsi, serta rasional dalam mengambil keputusan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru bidang studi ekonomi di  SMA Negeri 2 Surabaya, untuk mengetahui pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa SMA Negeri 2 Surabaya, serta pengaruh persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru bidang studi ekonomi terhadap pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa  SMA Negeri 2 Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi sederhana . Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas XII IPS SMAN 2 Surabaya, sedangkan sampelnya adalah sebagian siswa kelas XII IPS yaitu kelas XII IPS-1 dan XII IPS-2 yang berjumlah 70 siswa.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru pelajaran ekonomi di SMAN 2 Surabaya yang terdiri dari sub variabel guru, siswa, tujuan, metode, media, sumber belajar, evaluasi dan lingkungan dalam kategori baik yaitu sebesar 74,18%. Sedangkan pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa SMAN 2 Surabaya yang terdiri dari indikator memiliki sifat tidak pernah puas, memiliki banyak keinginan dan kebutuhan, dan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan dalam kategori baik yaitu sebesar 73,61%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru terhadap pembentukan sikap homo economicus yang bermoral sebesar 4,9% .

Bismillahirrohmanirrohim

Alhmadulillah, finally I have the time to write again.. you know that actually I have had a some blog in multyply,wordpress but..cos I was very bussy n i forgot the pasword . bismillahirrohmanirrohim, may this blog is my last blog...amiin.

SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TERBATAS


Alat  pemuas  kebutuhan  adalah  segala sesuatu  yang  dapat  memuaskan kebutuhan  manusia  baik  berupa  barang maupun jasa.
JENIS  -  JENIS  ALAT  PEMUAS  KEBUTUHAN:
1.  ALAT  PEMUAS  KEBUTUHAN  MENURUT  CARA MENDAPATKANNYA
a.    Benda Ekonomi
karena  sifatnya  terbatas  maka  untuk  mendapatkan benda  ekonomi  harus melalui  pengorbanan  tertentu. Misalnya jika  ingin memiliki sebuah tas kita  harus membaar  dengan  uang. Kesediaan  mengeluarkan sejumlah  uang  merupakan  pengorbanan.
b. Benda Bebas
Benda  yang  banyak  tersedia di alam, sehingga kita dapat dengan bebas memanfaatkannya. Misalnya udara yang  kita  hirup, air  yang  dimanfaatkan  untuk minum, cahaya matahari.
2.  ALAT  PEMUAS  KEBUTUHAN MENURUT  KEGUNAANNYA
a.    Benda Kosumsi
Benda  yang  dapat   langsung  digunakan/dimanfaatkan oleh konsumen. Misalnya :  tas,  buku,  pinsil, penggaris. Beli bakso untuk dimakan, baju untuk dipakai.
b.   Benda Produksi
Benda  yang  digunakan  untuk  proses  produksi, sehingga  menghasilkan  benda  lainnya  yang dapat langsung  dikosumsi.  Misalnya :  mesin jahit untuk  membuat  baju.
3.  ALAT PEMUAS KEBUTUHAN MENURUT PROSES PRODUKSINYA
  1. Barang mentah (bahan baku) merupakan barang yang belum diolah atau barang yang belum mengalami proses produksi.Contoh: Kayu, batubara, padi.
  2. Barang setengah jadi merupakan barang yang telah mengalami proses produksi, tetapi belum menjadi barang produk akhir. Contoh: kapas → benang → kain
  3. Barang jadi merupakan barang yang telah siap untuk dikosumsi. Contoh: Sepatu, tas, buku,pakaian
  4. BAHAN PENOLONG contohnya : Gula, coklat, vanili untuk menambah aroma roti.
4. ALAT  PEMUAS  KEBUTUHAN  MENURUT  HUBUNGANNYA  DENGAN  BENDA  LAIN
  1. Benda substitusi adalah benda pemuas kebutuhan yang pemakaiannya dapat menggantikan benda lain atau saling menggantikan.
Contoh: Nasi & Jagung, Bus kota & Mikrolet
b.      Benda komplementer adalah benda pemuas kebutuhan akan bermanfaat atau mempunyai daya guna yang lebih apabila dipakai bersama-sama dengan benda lain.
Contoh: Kompor dgn minyak tanah/gas elpiji

5.  ALAT PEMUAS KEBUTUHAB MENURUT KUALITASNYA
a.      Benda superior adalah  benda yang saling mempunyai kualitas tinggi sehingga memberikan prestise bagi pemakainya. Benda ini banyak dikosumsi oleh kalangan menengah ke atas.Contoh:berlian, mobil mewah.
b.      Benda  inferior  adalah benda  yang memiliki  kualitas  rendah. Contoh :  Pakaian yang  dijual  di pasar  loak, beras  murah (RASKIN), mobil  bekas.

KEGUNAAN  BENDA  PEMUAS KEBUTUHAN
Benda pemuas kebutuhan diciptakan atau diproduksi oleh manusia dengan tujuan tertentu.
Benda pemuas kebutuhan manusia dapat digolongkan menjadi empat macam:
1.   KEGUNAAN  BENTUK  ( FORM UTILITY )
Maksudnya, peningkatan kegunaan dari suatu benda yang disebabkan oleh perubahan   bentuknya. Contoh: kayu gelondongan akan lebih bermanfaat jika dibentuk menjadi kursi, lemari.
2.   KEGUNAAN  TEMPAT  ( PLACE  UTILITY )
Maksudnya, pertambahan kegunaan benda karena dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh: kapal laut akan berguna di laut daripada di daratan, baju astonot akan berguna jika dipakai di bulan daripada di dunia.
3.   KEGUNAAN  WAKTU  ( TIME  UTILITY )
Mkasudnya, kegunaan suatu benda akan bertambah jika dipakai pada waktu  yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut. Contohnya: payung akan berguna pada saat panas atau hujan, dan tidak berguna pada saat ada badai.
4.   KEGUNAAN  KEPEMILIKAN ( OWNERSHIP  UTILITY )
Maksdunya, kegunaan suatu benda baru terasa jika telah ada pemiliknya atau dimiliki oleh konsuman yang tepat.contohnya: suntikan akan lebih bermanfaat apabila dipakai oleh seorang dokter.
KELANGKAAN
      Manusia harus melakukan pilihan diantara alternatif yang paling menguntungkannya sebab jenis & jumlah benda pemuas kebutuhan yg tersedia terbatas.
        Jumlah kebutuhan manusia > jumlah barang pemuas kebutuhan → KELANGKAAN
Kelangkaan : kondisi dimana kita tidak memiliki cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan kita.
Langka dan terbatasnya barang atau jasa pemuas kebutuhan manusia mengakibatkan nilai-nilai barang-barang ekonomi tersebut menjadi tinggi dan harganya menjadi mahal. Meski disisi lain, kelangkaan tersebut membuat orang-orang menjadi lebih kreatif untuk menyediakan berbagai alat pemuas kebutuhan manusia, sehingga mereka memperoleh keuntungan

Kelangkaan timbul akibat :
a.    Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yg ada di alam.
b.   Kerusakan SDA akibat ulah manusia.
c.    Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yg ada.
d.   Kebutuhan manusia yg tdk terbatas sedangkan alat pemuas yg tersedia terbatas.
e.   Sifat serakah sebagian besar manusia yang mengakibatkan cepat berkurang dan rusaknya persediaan sumber daya alam.